Another Anxiety

“Bercintalah.”

Lelaki itu memandangnya nanar dengan nafas memburu. Ekspresi tak percaya terpatri di wajah tampannya dengan kulit coklat yang terbakar matahari. Dia terus memandang gadis yang baru saja mengucapkan kata yang tak pernah dia harapkan untuk mendengarnya. “Demi Tuhan, Freya! Aku hanya akan membicarakan masalah pekerjaan!”

Gadis yang dipanggil Freya membisu. Tatapannya terarah pada langit kelabu yang membentang sepanjang hari. Rupanya Tuhan sedang baik hati, memberikan setting yang sangat mendukung seperti ini padanya. Namun dia tetap membisu, terus membisu meski lelaki yang berada di
sebelahnya bergerak gelisah.

“—Freya, dia memang mantanku, tapi bukan berarti aku akan—!”

“Bercintalah dengannya. Jangan coba bohongi aku, Lars. Aku tahu kau telah bercinta dengannya dalam beberapa bulan terakhir.”

Lelaki itu seketika lemas. “Aku tidak—”

“Memang tidak.” Potong Freya datar. “Tidak secara fisik, tapi hati kalian tengah bercinta. Bahkan saat kau berada bersamaku seperti saat ini.” Gadis itu menoleh perlahan dan mendapati Kelars, lelaki yang telah menjadi kekasihnya selama dua tahun terakhir ini, dengan raut wajah miris dan pucat. “Aku muak.” gumam Freya, namun cukup kencang untuk didengar kekasihnya. “Selamat tinggal, Kelars.”

Dan dengan kata-kata perpisahan itu, Freya bangkit kemudian berjalan mantap meninggalkan Kelars dalam kesedihan.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Another Anxiety

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s