Glimpse of Blissful Ignorance

Tak ada yang pernah tahu bahwa benda tak berbahaya sekalipun bisa berubah menjadi mengerikan di tangan orang yang tepat.

Contohnya saja, galon kosong yang selalu dia sisakan satu untuk simpanan saat darurat.

Galon kosong miliknya itu kini menggelinding tak tentu arah dengan gerakan pelan, seolah menghayati tiap sentuhan permukaan polietilen itu dengan dinginnya lantai keramik yang melapisi rumahnya.

Temaram cahaya rembulan menyinari gerakan galon itu, yang masih bergerak dengan khidmat dalam kelembutan hakiki tanpa sanggup diinterupsi oleh siapapun.

Dan dia sama sekali tak ingin menginterupsinya.

Dia hanya berjengit ngeri. Kedua manik mata hitamnya mengawasi dengan pupil yang sudah melebar, sementara galon itu kemabli bergelinding ke arahnya. Entah kekuatan apa yang membuat galon itu menggelinding. Bercak busa sabun yang tertinggal di permukaan lantai, membuatnya sedikit mengerti mengapa galon itu sanggup menggelinding tanpa sekalipun berhenti.

Tepat saat dia mulai mengerti, galon itu berhenti.

Dan dia hanya bisa menatap dengan ketakutan yang telah merasuk hingga ke sumsum tulang.

Merah adalah warna yang akan selalu diingatnya.

Dan wajah kekasihnya, tentu dia tak akan pernah melupakan hal itu.

Terlebih saat galon itu mempertontonkan kedua hal itu kepadanya.

Iklan

2 tanggapan untuk “Glimpse of Blissful Ignorance

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s