Tarian Jiwa sang Penari

Kamu datang dengan begitu tiba-tiba. Menghantamkan eksistensimu yang meledak-ledak sekaligus stagnan padaku; membuatku terpesona dengan seluruh bara jiwa yang menari-nari di sekelilingmu. Senyum miringmu mengiringi pertukaran kata sarkastis yang terlontar di antara kita. 

Kulihat sekujur tubuhmu menegang dan melentur bergantian. Kamu seolah menari dalam benakku, mempertontonkan kekuatan inti dirimu dengan begitu gemulai dan menggoda. Membuatku terperangah dengan lirikan halus sekaligus membara yang kamu lemparkan padaku. Kamu tancapkan kuku dalam-dalam pada pikiranku. Menolak untuk enyah. Menolak untuk pergi. Menolak untuk meninggalkanku dalam kedamaian.

Kamu memporak-porandakan ketenanganku. Bunga tidurku kini penuh olehmu. Sekali lagi terpampang dalam asaku betapa indah tarian jiwamu. Begitu dinamis sekaligus halus. Mengundangku untuk terjun bebas ke dalam jurang bernama kehendak bebas. Sungguh, kamu adalah Aphrodite terindah yang nyaris membuatku melakukan maksiat. Ingin kucumbu jiwamu dan bersetubuh dengan pikiranmu hingga seluruh hasrat dalam dirimu berubah menjadi dendam kesumat. 

Semata agar kamu menoleh padaku.

Semata agar kamu terus mengingatku.

Berapa kali kutahan keinginan untuk berlari ke arahmu. Tahu bahwa apa pun yang kulakukan takkan pernah sanggup mencapaimu. Jika saja aku memiliki kekuatan untuk menyusup ke dalam bunga tidurmu dan mengukuhkan diriku di sana. Sehingga kamu akan termakan oleh obsesi kepadaku. Namun, tarianmu menghentikanku.

Tarian sakralmu membuatku lumpuh tak berdaya. Lenggokan halus. Ketegapan langkah. Pandangan matamu yang tajam menelanjangiku dari seluruh rantai sosial berkarat yang sengaja kusematkan pada diri sendiri. Kamu mencemooh sekaligus memuji. Menindas sekaligus menolongku.

Kamu, sang penari.

Yang menari di atas hamparan pasir kenangan.

Yang menari teriring oleh elegi dan semburat kejinggaan abadi.

Yang menari selamanya dalam pelosok jiwaku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s