Buta

Dia melenguh. Melenguh di antara jeritan serta isak tangis. Nikmat membanjiri tubuhnya sementara dia terus berpacu dengan nestapa di bawah rengkuhannya. Tubuh itu bergetar karena pedih, tapi apa pedulinya? Dia terus memacu, hingga mencapai puncak.   Seselesainya, dia membenahi sabuk jeans compang-camping itu. Mengeluarkan belati dari balik ikatan pada pergelangan kaki, “Diam!” bentaknya geram, menjulurkan …

Iklan