Fragmen Ketujuh: Rencana

Kediaman Lyvia Mercier memberinya kesan yang menyenangkan. Ravine mengikuti mentornya melewati lorong yang dipenuhi ornamen kemerahan serta emas. Furnitur besi antik peninggalan masa awal revolusi mesin dari Raitos nampak di mana-mana. Gemerincing lonceng penangkap angin mengiringi langkahnya sewaktu mereka memasuki ruang baca yang berada di lantai satu. “Duduklah,” sang Sejarahwan menunjuk sebuah sofa berlapis kain … Lanjutkan membaca Fragmen Ketujuh: Rencana

Iklan

Fragmen Keenam: Pergumulan

“Dari mana—“ Dia tidak bisa berkata-kata. Otaknya macet seperti jalur suplai pangan dari ibu kota ke daerah-daerah terpencil. Suara-suara yang ada lewat begitu saja olehnya. Pun, jika bernapas bukanlah sebuah kebiasaan, dia tak yakin paru-parunya akan terus menerima asupan oksigen. Karena yang sanggup dia lakukan hanyalah memandang adiknya nanar. Adiknya, yang menatap balik sembari mengumbar … Lanjutkan membaca Fragmen Keenam: Pergumulan