Kau, Aku dan Kita

Kau, dengan segenap usahamu. Kau, dengan segenap upayamu. Berlari di antara debur ombak yang menggila. Berlatar gelegar petir serta deru kencang angin. Kau menyibakkan pasir, merentangkan kedua tanganmu dan mulai menari. Seruling bermain pelan, melatarimu. Kau, dengan segala gerakan indahmu, mencumbui kehidupan yang dingin dan membeku. Tersisih dalam kesendirian. Mendamba tanpa pernah benar-benar mengada. Haru-biru …

Iklan

Setelahnya?

Kamu mengirimkan pesan kepadaku, mempertanyakan pernyataan yang pernah kukeluarkan suatu kala, pada saat asap emosi begitu sarat di udara. Kalimat yang kukeluarkan kala eksistensimu hadir terlalu jauh sementara garis pembatas berwarna merah itu sudah menyala teramat terang. Kamu mempertanyakan maksud dari pernyataanku itu.  Hubungan kita dimulai dari ketidaksengajaan. Ceroboh, kata saudariku, kamu bisa saja merusak …