A Scene

Ditolak. Kata itu berkelebat di dalam benakku secara terus-menerus. Bagaikan mantra, yang sangat efektif untuk membuatku dikategorikan sebagai orang masokis. Bukannya hiperbolis, tapi kenyataan takkan bisa diubah, kecuali opini dimasukkan ke dalamnya. Rasa sakit yang sesungguhnya ringan itu terus kuhujamkan ke dalam diri, membunuh jiwa sendiri secara tahapan sistematis. Ditolak. Sebenarnya ini bukan proses yang …