Fragmen Ketujuh: Rencana

Kediaman Lyvia Mercier memberinya kesan yang menyenangkan. Ravine mengikuti mentornya melewati lorong yang dipenuhi ornamen kemerahan serta emas. Furnitur besi antik peninggalan masa awal revolusi mesin dari Raitos nampak di mana-mana. Gemerincing lonceng penangkap angin mengiringi langkahnya sewaktu mereka memasuki ruang baca yang berada di lantai satu. “Duduklah,” sang Sejarahwan menunjuk sebuah sofa berlapis kain … Lanjutkan membaca Fragmen Ketujuh: Rencana

Iklan

Fragmen Ketiga: Nestapa

Aku tidak bunuh diri. –Farchen Ignitie Kertas itu terbuka dalam genggamannya. Dengan tinta hitam pekat, seolah menegaskan cemooh pada batinnya. Dia menatap tulisan itu dengan mata nyalang. Ujung sepatunya mengetuk lantai pualam putih dengan stagnan sementara jemari tangan kirinya bermain tanpa arah. Lorong berwarna serba putih itu sunyi-senyap. Hanya terang rembulan hijau yang mewarnai. Dia … Lanjutkan membaca Fragmen Ketiga: Nestapa