Fragmen Ketiga: Nestapa

Aku tidak bunuh diri. –Farchen Ignitie Kertas itu terbuka dalam genggamannya. Dengan tinta hitam pekat, seolah menegaskan cemooh pada batinnya. Dia menatap tulisan itu dengan mata nyalang. Ujung sepatunya mengetuk lantai pualam putih dengan stagnan sementara jemari tangan kirinya bermain tanpa arah. Lorong berwarna serba putih itu sunyi-senyap. Hanya terang rembulan hijau yang mewarnai. Dia …

Iklan

Fragmen Pertama: Dia

Seribu bulan terbit di malam tanpa bintang. Kemilau cahayanya bagaikan pelangi, menyinari tanah suci yang dihuni oleh ratusan juta--tidak, miliyaran penduduk dari berbagai ras. Keheningan malam mencipta di antara dekut etofa serta desau angin tiada henti. Bagaikan sedap malam yang berkembang di saat kesenyapan lahir, tanah suci itu berpendar kemerah-merahan akibat genangan pekat sekaligus anyir …