Fragmen Ketujuh: Rencana

Kediaman Lyvia Mercier memberinya kesan yang menyenangkan. Ravine mengikuti mentornya melewati lorong yang dipenuhi ornamen kemerahan serta emas. Furnitur besi antik peninggalan masa awal revolusi mesin dari Raitos nampak di mana-mana. Gemerincing lonceng penangkap angin mengiringi langkahnya sewaktu mereka memasuki ruang baca yang berada di lantai satu. “Duduklah,” sang Sejarahwan menunjuk sebuah sofa berlapis kain … Lanjutkan membaca Fragmen Ketujuh: Rencana

Iklan

Fragmen Kedua: Kerinduan

Ledakan besar itu menghantuinya. Meski enam ratus tahun telah berlalu, bunga tidurnya masih dihantui oleh kemilau emas yang membawa petaka itu. Sering dia terbangun di tengah malam, bermandikan peluh dan napas tersengal. Air mata bercampur dengan keringat dingin di wajahnya. Tak jarang, dia bangkit dari kasur empuknya, melangkahkan kaki di atas lantai kayu dengan bunyi … Lanjutkan membaca Fragmen Kedua: Kerinduan