Fragmen Keempat: Dengki

Dia memaki sang dewa, hingga pikirannya berkecamuk. Tiga hari belakangan dia habiskan dengan melakukan rutinitas sembari terbakar dendam. Seolah belum cukup, hasil sia-sia dari tes racun yang dimasukkan ke dalam tubuh adiknya membuat perempuan itu kehilangan petunjuk. Tangannya gatal ingin menuliskan surat perintah pencarian orang dengan ciri-ciri yang telah dikatakan Achten, kalau saja dia tidak …

Kekelaman sang Sedap Malam

Berlatar seribu bulan yang mengitari langit, lantunan elegi tengah mengotori udara dengan kepedihan pekat. Kelamnya malam amat terasa di bawah pendar cahaya kejingga-jinggaan yang begitu fana. Begitu remang-remang. Mengaburkan pandangan. Akan dia, yang bergeming. Padanya, yang terdiam. Di balik tumpukan tanah yang menggunung, berhiaskan nisan hitam kelam. Nama itu menerang. Seolah mencoba menyadarkannya dari alam …