Fragmen Ketiga: Nestapa

Aku tidak bunuh diri. –Farchen Ignitie Kertas itu terbuka dalam genggamannya. Dengan tinta hitam pekat, seolah menegaskan cemooh pada batinnya. Dia menatap tulisan itu dengan mata nyalang. Ujung sepatunya mengetuk lantai pualam putih dengan stagnan sementara jemari tangan kirinya bermain tanpa arah. Lorong berwarna serba putih itu sunyi-senyap. Hanya terang rembulan hijau yang mewarnai. Dia …

Iklan

Fragmen Kedua: Kerinduan

Ledakan besar itu menghantuinya. Meski enam ratus tahun telah berlalu, bunga tidurnya masih dihantui oleh kemilau emas yang membawa petaka itu. Sering dia terbangun di tengah malam, bermandikan peluh dan napas tersengal. Air mata bercampur dengan keringat dingin di wajahnya. Tak jarang, dia bangkit dari kasur empuknya, melangkahkan kaki di atas lantai kayu dengan bunyi …