Manusia Memang Absurd

Sebuah buku tergeletak di samping notebook-nya. Buku dengan tema berat dan berhias pembatas warna-warni di sejumlah halamannya. Jika tiap lembar terbuka, buku itu akan menampilkan coretan si pemilik yang digores menggunakan ballpoint dengan tinta murahan--agar tidak menembus, katanya. Sementara si pemilik buku sendiri tengah sibuk dengan notebook berlayar 10 inci yang memancarkan sinar terang. Sesekali, …

Iklan

Racun

Mereka berdua tampak cocok bersanding seperti itu. Tidak usah, lah, meminta seorang manusia untuk menyetujui opini ini. Cukup beri kesempatan bagi kecerdasan buatan yang marak di dunia maya untuk menilai fakta yang terpampang di depan mata. Liriklah ponsel dan temukan opini kecerdasan buatan, yang terkadang lebih manusiawi daripada manusia sendiri. Lihat, mereka menyetujui opini ini. …