Setelahnya?

Kamu mengirimkan pesan kepadaku, mempertanyakan pernyataan yang pernah kukeluarkan suatu kala, pada saat asap emosi begitu sarat di udara. Kalimat yang kukeluarkan kala eksistensimu hadir terlalu jauh sementara garis pembatas berwarna merah itu sudah menyala teramat terang. Kamu mempertanyakan maksud dari pernyataanku itu.  Hubungan kita dimulai dari ketidaksengajaan. Ceroboh, kata saudariku, kamu bisa saja merusak …

Iklan

A Remind of Cinderella

Kamu memandangnya lekat, lalu tertawa. Rambutmu yang sepanjang pundak menari sewaktu angin berhembus lumayan kencang. Di antara debu pasir yang menghambur di pelataran parkir ini, kamu berdiri tenang, berhadapan dengannya yang juga tengah tersenyum ke arahmu. Seringaimu lebar, menikmati candaan sarkasme yang hanya dimengerti oleh kalian berdua. Kalian tampak cocok bersama, bersanding seperti itu, memandang …