Kekelaman sang Sedap Malam

Berlatar seribu bulan yang mengitari langit, lantunan elegi tengah mengotori udara dengan kepedihan pekat. Kelamnya malam amat terasa di bawah pendar cahaya kejingga-jinggaan yang begitu fana. Begitu remang-remang. Mengaburkan pandangan. Akan dia, yang bergeming. Padanya, yang terdiam. Di balik tumpukan tanah yang menggunung, berhiaskan nisan hitam kelam. Nama itu menerang. Seolah mencoba menyadarkannya dari alam …

Iklan

Percakapan Garing

"Apa nggak ada orang yang mau berkorban sepenuhnya untukku di dunia ini? Sampai melawan seluruh orang di dunia, misalkan." "Kenapa, kamu mau jadi Tuan Putri di istana ilusimu, mbak?" "Iya, karena orang itu akan kujadikan Rajaku yang absolut." -Vari & Eyra, DIE BESTE FREUNDIN