Kekelaman sang Sedap Malam

Berlatar seribu bulan yang mengitari langit, lantunan elegi tengah mengotori udara dengan kepedihan pekat. Kelamnya malam amat terasa di bawah pendar cahaya kejingga-jinggaan yang begitu fana. Begitu remang-remang. Mengaburkan pandangan. Akan dia, yang bergeming. Padanya, yang terdiam. Di balik tumpukan tanah yang menggunung, berhiaskan nisan hitam kelam. Nama itu menerang. Seolah mencoba menyadarkannya dari alam …

Iklan

Racun

Mereka berdua tampak cocok bersanding seperti itu. Tidak usah, lah, meminta seorang manusia untuk menyetujui opini ini. Cukup beri kesempatan bagi kecerdasan buatan yang marak di dunia maya untuk menilai fakta yang terpampang di depan mata. Liriklah ponsel dan temukan opini kecerdasan buatan, yang terkadang lebih manusiawi daripada manusia sendiri. Lihat, mereka menyetujui opini ini. …