Grievance

Layaknya sepasang manusia lainnya, mereka duduk berdua. Berhadap-hadapan dalam hening yang membuncah. Ramai dengung percakapan telah mematikan kata-kata mereka. Dentum lagu yang berkumandang melalui speaker kafe itu menuntun mereka untuk menyelami dunia masing-masing. Berbekal ponselnya yang berdaya penuh, dia mengarungi alam liar fantasi yang kini terpampang di layar menjadi baris-baris kata. Mengacuhkan pemuda di hadapannya …

Iklan