Fragmen Keempat: Dengki

Dia memaki sang dewa, hingga pikirannya berkecamuk. Tiga hari belakangan dia habiskan dengan melakukan rutinitas sembari terbakar dendam. Seolah belum cukup, hasil sia-sia dari tes racun yang dimasukkan ke dalam tubuh adiknya membuat perempuan itu kehilangan petunjuk. Tangannya gatal ingin menuliskan surat perintah pencarian orang dengan ciri-ciri yang telah dikatakan Achten, kalau saja dia tidak …

Fragmen Ketiga: Nestapa

Aku tidak bunuh diri. --Farchen Ignitie Kertas itu terbuka dalam genggamannya. Dengan tinta hitam pekat, seolah menegaskan cemooh pada batinnya. Dia menatap tulisan itu dengan mata nyalang. Ujung sepatunya mengetuk lantai pualam putih dengan stagnan sementara jemari tangan kirinya bermain tanpa arah. Lorong berwarna serba putih itu sunyi-senyap. Hanya terang rembulan hijau yang mewarnai. Dia …